Sabtu, 29 Mei 2010

Presiden Kritik Metode Pendidikan Nasional

Jakarta, 29 Oktober 2009 14:50
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengkritik metode pendidikan nasional yang tidak mendorong siswa untuk mengembangkan inovasi dan kreatifitas, sehingga sulit memunculkan para wirausaha maju.

"Saya ingatkan Mendiknas, coba sejak TK, SD, SMP, SMA, itu metodologinya jangan guru aktif siswa pasif, dan hanya sekadar mengejar ujian, rapor. Kalau itu yang dipilih maka anak-anak bersekolah tidak berkembang kreativitasnya, inovasi dan jiwa wirausahanya," kata Kepala Negara saat membuka "Temu Nasional 2009", di Jakarta, Kamis (29/10).

Menurutnya, jiwa wirausaha atau enterpreneur, penting untuk dipupuk sejak kecil, sehingga pendidikan nasional tidak hanya melahirkan para pencari kerja tetapi pencipta lapangan kerja.

"Ini perlu reformasi di bidang pendidikan nasional. Guru dan dosen harus diajak untuk bisa mengembangkan jiwa kewirausahaan, inovasi, dan kreativitas," katanya.

Dikatakan Presiden Yudhoyono, jumlah wirausaha di Indonesia masih sangat sedikit bila dibandingkan dengan negara-negara lain seperti di Amerika dan Singapura.

Presiden Yudhoyono dalam kesempatan itu juga menegaskan mengenai target pembangunan nasional yang harus pro-growth, pro-job, dan pro-poor, yang bisa dicapai dengan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kewirausahaan, dan inovasi teknologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar